Pameran “Batik 3 Negeri” berlangsung pada 25-27 Oktober 2018

Jakarta (ANTARA News) – Batik Tiga Negeri merupakan salah satu gaya batik yang sudah ada sejak 1910, namun tidak banyak masyarakat yang mengenal tentang sejarahnya. Oleh karena itu, diadakan sebuah pameran bertajuk “Batik 3 Negeri Solo – Sebuah Legenda”.

Batik Tiga Negeri secara umum memiliki tata warna merah, biru dan soga meski dalam perkembangannya terdapat penambahan warna lain seperti hijau dan ungu. Motif utama dalam batik ini berupa buketan, daun dan bunga.

Di Solo, batik Tiga Negeri secara eksklusif dibuat oleh pengusaha batik peranakan Tionghoa. Ny. Tjoa Giok Tjiam adalah pengusaha batik peranakan yang pertama kali mempopulekan batik ini pada tahun 1910.

Batik Tiga Negeri sangat unik karena proses pembuatannya dilakukan di sentra batik yang berbeda, misalnya untuk warna merah dibuat di Lasem dan biru serta soga dibuat di Solo.

Batik ini sendiri memiliki banyak peminat di daerah Jawa Barat sehingga membuka peluang bagi pengusaha batik peranakan lainnya di Solo untuk memproduksi batik sejenis dengan nama yang sama.

“Kami memutuskan membuat pameran ini karena kolektor batik awal dan lama pasti mengoleksi kain batik Tiga Negeri. Batik Tiga Negeri ini enggak mahal tapi bagus. Jadi kami ingin mengenalkan batik Tiga Negeri, murah tapi indah dan batik ini menorehkan sejarahnya di industri perbatikan Indonesia,” ujar Dwita Herman selaku ketua penyelenggara dalam pembukaan pameran “Batik 3 Negeri” di Jakarta, Kamis.

Pameran ini akan berlangsung pada 25-27 Oktober 2018 di Nusantara Ballroom The Dharmawangsa Hotel.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018