Pemkot Bandung resmikan pusat kebudayaan dan kesenian

Bandung (ANTARA News) – Pemerintah Kota Bandung meresmikan kawasan pusat kebudayaan dan kesenian Teras Sunda di Cibiru, yang dirancang sebagai salah satu destinasi wisata baru di Kota Kembang.

“Teras Sunda harus menjadi destinasi wisata. Wisatawan harus datang ke sini. Ibaratnya, kalau ke Mekkah belum lengkap kalau tidak ke Madinah. Ke Kota Bandung juga belum lengkap kalau belum datang ke Teras Sunda,” ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, Rabu.

Oded mengatakan, pemerintah sengaja membangun Teras Sunda Cibiru sebagai wadah berkumpul serta kreasi dari para pegiat seni yang ada di Kota Bandung.

Ia pun meminta agar Teras Sunda Cibiru dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin seperti menggelar kegiatan budaya tiap akhir pekan.

“Kalau itu bisa dilakukan, maka bakal banyak wisatawan yang datang ke Teras Sunda ini,” kata dia.

Namun Oded mengingatkan, untuk menghadirkan wisatawan tak hanya cukup dengan atraksi. Teras Sunda juga harus menghadirkan kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan. Teras Sunda harus tetap bersih dan asri.

“Toiletnya juga tolong dirawat. Ini pesan saya, tolong rawat Teras Sunda ini,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, pembangunan Teras Sunda menggunakan anggaran sekitar Rp7,9 miliar.

Anggaran tersebut untuk membangun aula, rumah seniman, tempat workshop,dan mushola. Sedang untuk interior, baru akan dianggarkan pada tahun 2019 mendatang.

“Tempat ini memang akan menjadi laboratorium seniman Kota Bandung. Para seniman berkarya dan menciptakan seninya di sini. Kemudian juga bisa dipamerkan atau dipertunjukan di sini juga,” tutur Kenny.

Senada dengan Oded, Kenny juga berharap, seniman dan warga yang aktif di Teras Sunda ikut merawatnya. Karena merawat akan lebih sulit dibandingkan sekedar membangun.

“Mari kita rawat dan jaga bersama-sama Teras Sunda Cibiru ini,” katanya.

Teras Sunda didominasi oleh bambu. Bambu dipilih karena bambu menjadi salah satu ciri budaya Sunda. Bambu juga dinilai lebih dekat dengan alam.

Baca juga: Chongqing siap bantu selesaikan monorel di Bandung

Baca juga: Gubernur enggan tanggapi polemik Sekda Kota Bandung

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018